Jumat, 20 Januari 2012

Jubah Baru BMW Seri 3 dari Alpina

Salah satu modifikator khusus BMW, Alpina, kembali menghasilkan kreasi terbarunya. Kali ini pada BMW Seri-3 versi 2012. Model yang  dipilih untuk diubah adalah varian kupe. Perubahan dilakukan untuk meningkatkan aerodinamis, kemantapan suspensi dan performa.


Untuk menambah aerodinamika, Alpina memasang beberapa komponen dari serat karbon pada bodi seperti spoiler depan, difuser dan sayap GT dengan desain tidak terlalu ekstrem.


Untuk kaki-kaki, dipasang satu set pelek jari-jari super ringan, GT3 Classic, 19 inci dari  Alpina. Untuk karet bundar, dipercayakan pada Michelin Pilot Sport 2 agar bisa memeproleh cengkeraman optimal.Sedangkan suspensi, tingkat kekerasannya bisa disetel.


Sumber Tenaga
Sumber tenaga yang digunakan Alpina untuk mobil ini diambil dari bawaan pabrik, yaitu mesin 6 silinder, segaris, turbo ganda (B3 S Bi-Turbo). Dengan sedikit ubahan pada sistem buang plus  knalpot titanium Akrapovic di ujung, tenaga yang  disemburkan mencapai 408PS @6.000 rpm dan torsi 540Nm @4.500rpm.


Kemampuan mesin tersebut belum menandingi versi M yang mampu menghembuskan tenaga 456 PS. Namun Alpina mengklaim mereka berhasil membuat BMW ini melakukan sprint  0-100 km/jam dalam waktu 4,6 detik dan kecepatan maksimum 300 km/jam.


Alpina B3 GT3 ini dijual terbatas hanya 99 unit dengan harga 90.000 Euro atau sekitar Rp1,09 miliar.

Keren, Smart Fortwo 6 Roda ala Rinspeeds

Smart Fortwo diciptakan sebagai citycar untuk dua orang dewasa (dimensinya P x L x T = 2,6 meter x 1,5 meter x 1,8 meter). Faktor keterbatasan ini kemudian menginspirasi rumah modifikasi Rinspeed asal Swiss untuk membuatkan bodi tambahan pada Smart Fortwo versi listrik (Smart Fortwo Electric Drive).


"Dock+Go", nama konsep bodi tambahan itu. Tampilannya menyerupai potongan bodi belakang Smart Fortwo dengan dua roda. Uniknya, bagian ini bisa menyatu dengan bodi asli atau seperti menarik bak gandengan yang bisa membawa peralatan golf atau selam dan kegiatan outdoor lainnya.


"Kalau empat bisa jadi enam (roda), kenapa tidak. Itu jika kita butuh ruang tambahan," ungkap Frank M Rinderknecht selaku pendiri Rinspeed, yang mengistilahkan konsep ini dengan "modular mobility system".


Dimensi dan detail dari konsep bodi tambahan itu sendiri masih disimpan karena baru akan ditampilkan dalam Geneva Motor Show 2012. Namun, pihak Rinspeed menyebutkan adanya tenaga penggerak pendukung, mengingat beban mobil bertambah. Penyokong tenaga itu bisa berupa mesin bahan bakar cair, atau motor elektrik yang tenaganya bisa diisi ulang via panel surya di atap rumah, serta sanggup membuat mobil mungil ini melesat sampai 120 kpj.


Roda-roda di bodi tambahan itu nantinya akan menggerakkan roda-roda baris kedua, dan sekaligus menggerakkan mobil. Di saat yang sama, energi kinetik dari pergerakan roda akan disimpan menjadi listrik untuk mengisi baterai utama di mobil.


Untuk menunjukkan keseriusan konsep ini, 17 penyuplai dan perusahaan jasa pun sudah diajak turut serta dalam merealisasikan "Dock+Go". Salah satunya Goodyear Dunlop Tires Germany. (Dimas)

Inilah Modifikasi Terbaik dari "Honda Otocontest" 2011

 PT Astra Honda Motor kembali mengadakan kontes modifikasi bertajuk "Honda Otocontest" (HOCS) di Kenjeran Park, Surabaya (4/12). Ajang kali ini adalah puncak acara (Final Battle) dari seluruh 12 HOCS yang diselenggarakan sepanjang tahun ini.


1.415 Peserta
Tahun ini merupakan untuk ketiga kalinya AHM mengadakan HOCS. Jumlah kota tempat penyelenggaraan juga meningkat dari 10 pada 2010 menjadi 12 sepanjang tahun ini. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Palembang, Tulungagung, Denpasar, Medan, Malang, Banjarmasin, Yogyakarta, Kediri, Jember dan Surabaya, dengan total peserta 1.415 sepeda motor


Lomba dibagi dalam 13 kelas yakni, Pemula, Matic Custom, Matic Racing, Matic Funky, Bebek Custom, Bebek Funky, Extreme, Racing Look, Sport non Fairing, Sport Funky, Transfer Body, Asesoris dan Sport Funky Fairing. Peserta Final Battle adalah juara pertama di setiap kelas dari masing-masing kota. Selanjutnya dipilih 3 pemenang utama memperebutkan The King Extreme, The King Non Extreme dan The King of Fashion.


"Ajang modifikasi kami lakukan untuk menyalurkan hobi dan tren. Kami sadar bisnis sepeda motor bukan sekedar jualan, juga menciptakan gaya hidup," ujar Auddie A Wiranata, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor di Surabaya, (4/12).


Selanjutnya, Agustinus Indraputra, GM Marketing Planning & Analysis Division AHM menambahkan, ajang modifikasi diharapkan memancing kreativitas anak muda. Juga bisa menjadi kiblat tren modifikasi se[peda motor di Indonesia. 


"Ketiga pemenang HOCS tahun ini akan kami ajak menghadiri Honda Modifikasi Contest di Bangkok International Motorshow (BIM) 2012 dan bertarung dengan modifikator di sana," tambah Indraputra.


Terbaik
Dari HOCS kali ini, terpilih tiga modifikator terbaik yang akan berkunjung ke BIM tahun depan. Agus Ficdiyanto, 42 tahun, dari Alfasiera Custom yang berhasil merebut predikat The King Extreme HOCS 2011 dengan CS-1. Hasil modifikasinya, sepeda motor hibrida, Honda CS-1 yang mengawinkan mesin bensin dengan motor listrik.


Predikat The King Non Extreme diraih oleh Agus Umbara, 27 tahun, dari Kanya Planet Customize, Bali. Karyanya terinspirasi dari film Transformer. Guru olahraga dari SMA 1 Badung, Bali ini mengubah Supra tahun 2000 menjadi sepeda motor sport.


Terakhir, The King of Fashion, direbut Ida Bagus Teja, 20 tahun yang memodifikasi Blade 2009,lantas dikawinkan dengan New Mega Pro. Karyanya diberi nama Funky. Mahasiwa Universitas Hindu Indonesia semester 7 jurusan Pendidikan Agama ini mengaku terkejut bisa menembus tiga besar.


Dijelaskan pula, AHM akan terus menyelenggarakan acara modifikasi tahunan berskala nasional dan membuka membuka kesempatan kepda modifikator Indonesia bersaing di tingkat internasional.

"Cengcorang" dari Yogyakarta


Imajinasi bisa datang dari mana saja. Contohnya, Chevrolet Super Deluxe 1951 milik Rudi yang dimodifikasi terinspirasi oleh siluet dari belalang ("cengcorang").


Tak ada yang tersisa dari bodi sedan tua buatan Amerika tersebut. Hanya sasis yang tertinggal dan sudah diubah jarak sumbu roda menjadi lebih panjang. "Tepatnya saya kurang tahu pasti berapa panjang penambahan sasis. Yang jelas bisa digunakan untuk menaruh 2 roda tambahan di antara roda depan dan belakang," ujar pria pelontos dan bapak satu anak ini.


Perakitan sasis dan pembentukan bodi dilakukan di Bengkel Kupu Kupu Malam, Yogyakarta yang menghabiskan waktu 4 bulan. Siluet serangga cukup jelas terwakilakan pada desain fender depan yang gembung. Begitu pula tampilan muka ikut disesuaikan dengan karakter kepala hewan tersebut. Kemudian berlaih ke bagian atau dan pintu serta jendela yang dioperasikan secara elektrik.


Atap terbuka ke atas seperti jendela pesawat jet. Secara keseluruhan terdapat 20 komponen yang beroperasi otomatis di seluruh bodi.


Bagian belakang bisa buka - tutup secara otomatis untuk membungkus perangkat audio yang teratur rapi. Uniknya, pengoperasian elektrik bagian belakang bisa menggunakan cincin yang didesain khusus memiliki arus listrik untuk membuka penutup audio.


Di depan kompartemen audio, terdapat seonggok mesin besar dengan konfigurasi V6 produk Chevy lengkap dengan supercharge. Alhasil suara knalpot yang keluar cukup menggelegar. Tapi sayang, pada kontes Auto Black Through minggu lalu, hasil dyno tes kurang menunjukkan hasil seting yang maksimal dengan tenaga di bawah 100 PS di roda.


Hal lain yang membuat juri ABT dari Amerika Serikat tertarik adalah baluran cat yang dikombinasikan dengan airbrush yang menumpuk 4 lapis. Pengerjaannya sangat detail menurut para juri hingga ke beberapa lokasi yang kerap terlewatkan seperti kisi - kisi pertemuan antara bidang.

Wuih, Indonesia Punya Mobil Listrik

Pada kontes modifikasi "Final Battle Auto Black Trough" (BABT) di Jakarta, minggu lalu, pengunjung sempat dihebohkan dengan munculnya sebuah mobil konsep SV-1 bertenaga listrik milik Franklin dari Klub Connection. Pemuda asal Bandung tersebut berkolaborasi dengan Signal Kustom sebagai modifikator dan LIPI yang memasok motor listrik.


Mobil beratapkan langit tersebut memakai basis Nissan Cefiro. Semua bodi dan komponen di dalamnya dipensiunkan. Tinggal sasis bawaan pabrik, itu pun sudah sedikit dipangkas menyesuaikan dengan keberadaan komponen penunjang motor listrik, serta girbok sebagai pemindah tenaga.


Bodi di desain kembali oleh Andri, punggawa dari Signal Kustom menggunakan bahan serat karbon dengan kombinasi plat agar lebih kokoh dan rigid. Postur tubuh didesain bergaya mobil konsep masa depan tanpa menggunakan atap. Beberapa pengoperasian sudah mengguanakan fitur elektrik seperti kap mesin dan sistem audio.


Audio memang terlihat tak begitu ekstrem, tapi Alpine sebagai pemasok mensupport dengan barang - barang berkualitas. Sampai-sampai juri dari Amerika pun memberikan acungan jempol saat melakukan demo karena tidak menyangka setelan audio yang terlihat seadanya ini mampu mengeluarkan hasil yang mengejutkan.


Selain audio, penggunaan sistem penggerak motor listrik ikut membuat juri dan penonton terkesima. Seirama dengan konsep modifikasi yang diangkat mengenai kendaraan ramah lingkungan, SV-1 digerakkan oleh motor dengan 3 sumber tenaga. "SV-1 tak hanya mengedepankan teknologi motor listrik semata, kami bersama LIPI menghadirkan sebuah pembaharuan dalam proses pengisian baterai," papar Andri.


Proses pengisiannya bisa dari listrik seperti umumnya mobil listrik, juga bisa menggunakan tenaga surya lewat konverter yang terdapat di kap mesin. Terakhir, pemanfaatan panas hasil pengereman seperti yang digunakan BMW dengan nama Regenerative Braking," papar Andri.


Semua sektor berjalan dengan baik bahkan mobil ceper ini ikut serta uji dyno meski tenaga yang terekam di roda tak terlalu besar. Maklum, karena berbeda cara kerja sistem mobil listrik dengan konvensional sehingga sulit mencatatkan rekor terbaiknya menggunakan mesin dyno untuk mobil konvensional. Cukup mengejutkan ketika kecepatan maksimum yang terdeteksi mencapai 120 km/jam.


Itu menandakan SV-1 reliable dan aman.

Sang Juara dari Yogyakarta!

Gelaran tur modifikasi bertaraf nasional, Djarum Black Auto Black Trough (ABT) 2011, berakhir sudah. Seri pamungkas diselenggarakan di Hall B JHCC, Jakarta, (3-4/12). Sebelumnya, digelar di 4 kota, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Gelar King dan Champion akhirnya diboyong modifikator dari Yogyakarta.


Kontestan dari Kota Gudeg yang tergabung dalam komunitas bengkel Kupu - kupu Malam (KKM) menyisihkan 168 peserta, 3 nominasi dan kontestan pemenang tur ABT dari Surabaya dan Bandung.


Nilai total  yang diperoleh  mobil yang aslinya asdalah  Chevrolet Super Deluxe 1951, menurut 3 juri dari Amerika Serika, unggul cukup telak dari berbagai sektor.  Bukan hanya eksterior yang terlihat ekstrem, juga  bagian seperti,  interior, mesin, audio, kaki-kaki dan juga pengabungan konsep.


"Terus terang, setiap saya datang ke Jakarta sebagai juri ABT, selalu di kejutkan oleh modifikasi yang selalu inovatif dan tak terbayangkan sama sekali sebelumnya. Detil yang  yang diperlihatkan sudah mendekati level tertinggil," ujar Tommy, juru bicara juri Amerika.


Persaingan untuk posisi teratas, Champion, juga dilalui dengan penilaian yang super ketat, lanjut Tommy. Nilai yang diraih oleh Chevy KKM dan SV-1 Connection, Suzuki Jimmy Akasia dan Mitsubishi Lancer Simple tergolong paling tinggi dibanding peserta lain sehingga mereka didaulat sebagai King Nominee.


Namun pada akhirnya menyisakan 2 mobil yang memiliki nilai cukup rapat berpeluang meraih penghargaan tertinggi ABT 2011, SV-1 yang menggunakan konsep mobil listrik yang ramah lingkungan yang didukung penuh oleh LIPI untuk sektor mesin, dan Chevy KKM.


"Saya sangat senang akhirnya bisa kembali meraih Champion tahun ini berkat ketekunan dan dukungan tim yang sangat solid dalam membangun mobil sehingga menjadi seperti ini," ujar Rudi pemilik Chevy KKM yang berhak atas hadiah uang  Rp225 juta sebagai Champion ABT 2011.


Selain menyajikan seabrek tampilan mobil modifikasi, ABT kali ini juga menghadirkan beberapa artis lokal dan internasional, seperti Andien, Naif, Raisha, Sandy Sandoro dan juga Chingy.


Seperti biasa,  ada pula event pendukung lainnya seperti dyno test, game online dan juga kontes audio. "Dari laporan petugas loket, pengunjung selama 2 hari sekitar 7.000, hasil penjualan tiket dan undangan," papar Reza dari panitia penyelenggara.

Mobil Dimodifikasi karena Sakit Hati

Saat membeli Daihatsu YRV produksi 2004, Ricky merogoh kocek Rp187 juta. Karena modelnya sudah mulai kuno, ada keinginan untuk dijual. Namun, niat itu dibatalkan lantaran mobil hanya ditawar Rp80 juta saja. "Daripada dijual tapi harganya nyakitin mending dimodifikasi aja biar keren," papar Ricky.


Akhirnya, pemuda berusia 29 tahun ini merombak  YRV agar tampilannya tetap istimewa meski sudah berusia 7 tahun. Sasaran Ricky pada bodi, terutama fender dan bemper diubah menjadi lebih besar. Usai menyentuh bodi, Ricky mengganti warna dengan 'candy orange'.


Dari eksterior,  sentuhan dialihkan ke ruang kabin (interior) yang disesuaikan dengan bodi.  Bahan material pembalut ruang kabin diganti dengan kulit kombinasi warna oranye dan putih. Sedangkan dasbor sisi pengemudi menggunakan bahan kevlar agar terlihat sporti.


Ruang kabin juga dihias dengan beberapa perangkat audio pada bagian depan dan belakang. Bahkan ruang bagasi tidak disisakan, "Karena dipenuhi komponen audio yang cukup ekstrem biar kalau ikutan kontes tidak malu-maluin," ujar wiraswastawan berstatus lajang ini.


Speaker dan subwoofer besar mampu memberikan kualitas suara yang cukup menggelegar. Bukan hanya hiburan musik saja, Ricky juga menyertakan layanan visual lewat monitor di tengahnya.


Sektor mesin juga tidak terlewatkan dari modifikasi. Performa bawaan pabrik telah ditingkatkan menggunakan perangkat turbo. Meski ukurannya mini, namun sudah cukup membuat YRV 'lari' lebih kencang. "Setting disesuaikan dengan penggunaan transmisi otomatis yang dimiliki YRV biar tidak jebol, dan bengkel Yans Speed sudah tahu pasti apa yang diinginkan," jelas pemuda yang sempat menjajal aspal Sirkuit Sentul pada event drag race.


Uniknya, Ricky telah menghabiskan dana Rp180 juta untuk merombak tampilan YRV. Padahal kalau dana tersebut digabungkan dengan harga jual seken mobilnya, sebuah Honda Jazz terbaru ataupun Toyota Yaris. Tapi kalau sudah hobi logika pun dikesampingkan.